Sabtu, 12 Januari 2013

Motivasi


 
94.MOTIVASI KERJA
·  1. Motivasi Kerja (Y1)
·  Motivasi Kerja adalah suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan atau mengerjakan suatu tugas atau kegiatan dengan sebaik – baiknya agar mencapai prestasi yang tinggi. Indikator dalam penelitian ini yaitu:

a. Kebutuhan Eksistensi (Existence Needs) (Y1.1)
  • Terpenuhinya k ebutuhan akan sandang/pangan .
  • Terwujudnya rasa aman/nyaman dalam bekerja .
  • Adanya perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja

b. Kebutuhan Keterkaitan (Relatedness Needs) (Y1.2)
  • Adanya h ubungan kerja sama yang baik antara pimpinan dengan bawahan dalam menjalankan tugas .
  • Adanya h ubungan kerja sama yang baik antara teman sekerja dalam tugas .

c. Kebutuhan Pertumbuhan (Growth Needs) (Y1.3)
  • Adanya kesempatan memberikan masukan untuk kemajuan organisasi .
  • Penghargaan yang layak atas kinerja .
2. Kinerja (Y2)
Kinerja ialah sejumlah aktivitas fisik dan mental yang dilakukan pegawai untuk mengerjakan pekerjaannya hingga optimal atau prestasi yang dicapai pegawai Badan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan hasil yang lebih meningkat daripada prestasi sebelumnya.( Elisabet Siahaan;2007).Miner (1988) dalam Natsir (2003 : 48), Martoyo (2000:97). Indikator yang digunakan untuk mengukur variabel ini adalah :

a. Kualitas kerja (Y2.1) yaitu penilaian responden terhadap sejauh mana proses atau hasil peleksanaan tugas/pekerjaan yang diberikan mendekati tujuan/target yang telah ditentukan dilihat dari sisi ketelitian kerja, kerapian kerja, keterampilan dan kecakapan kerja..
Adapaun item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
  1. Mempunyai ketelitian dalam bekerja sehingga tingkat kesalahan rendah.
  2. Hasil dari pekerjaan yang dilakukan pegawai dengan mutu terbaik.
b. Kuantitas kerja (Y2.2) penilaian responden terhadap sejauh mana proses atau hasil peleksanaan tugas/pekerjaan yang diberikan mendekati tujuan/target yang telah ditentukan dilihat dari sisi jumlah yang dihasilkan dalam melaksanakan pekerjaan. Adapaun item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
  1. Jumlah pekerjaan rutin yang diselesaikan berdasarkan target.
  2. Jumlah pekerjaan tambahan yang diselesaikan berdasarkan target.
c. Kemampuan kerja (Y2.3)adalahpenilaian responden dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, kemampuan untuk kerja sama serta kemampuan untuk menghadapi tantangan dalam tugas yang diemban. Adapun item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
  1. Adanya pemahaman yang baik dan benar serta kepandaian, keahlian dan keterampilan melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan tugas pokok d an fungsi.
  2. Kecepatan dan ketepatan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan kemampuan menghadirkan alternatif solusi dalam menyelesaikan permasalahan pekerjaan.
d. Tanggung jawab (Y2.4)adalah peneilaian responden terhadap kesiapan/kesanggupan dalam melaksanakan pekerjaan/tugas dan tanggung jawab. Adapun item pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
  1. Pegawai melaksanakan pekerjaan sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab dalam tugas pokok dan fungsinya.
  2. Beban kerja yang diberikan organisasi telah sesuai dengan kemampuan kerja pegawai.

95. MOTIVASI BELAJAR

DefinisiMotivasi belajar

Motivasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting tatkala kita akan melakukan sesuatu. Ada beberapa Definisimotivasi belajar yang dikemukakan oleh para ahli, Definisimotivasi tersebut adalah:

1.Motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri sesorang ya­ng menimbulkan, memberikan arah dan memberi kekuatan, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

2.Definisimotivasi belajar yang dikemukakan Davis (dalam Andayani, 2006: 25): Motive or motivation refers to an internal state resulting from a need which incites behaviour, usually directed towarked fulfilling the need.”
Pendapat tersebut dapat dimaknai bahwa motivasi merupakan sesuatu yang berasal dari dalam diri seseorang yang muncul dalam rangka memenuhi ke­butuhan­nya.

3.Definisimotivasi belajar yang dikemukakan Nasution (1993: 08) yang menya-takan:  Motivasi adalah kondisi psikologis sesorang untuk melakukan sesuatu.
4.Definisimotivasi belajar yang dikemukakan Sardiman (2007: 75): 
Keseluruhan daya dan penggerak psikis di dalam diri seseorang yang me­nim­bul­kan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar demi mencapai tujuan. 

5. Definisimotivasi belajar yang dikemukakan Winkel (1983: 27) menyatakan:  Motivasi belajar merupakan faktor psikis, yang ber­sifat nonintelektual yang berperan dalam hal gairah belajar. Siswa yang ber­motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan.


96. MOTIVASI HIDUP
Motivasi hidup mempengaruhi hidup Anda. Banyak orang yang masih belum memahami apa yang menjadi motivasi hidup atau baru memahami sebagian dari motivasi hidup sebenarnya. Pemahaman yang kurang atau parsial tentu akan mempengaruhi kualitas kehidupan kita.
Apa definisi motivasi hidup? Kita lihat dulu definisi motivasi.Motivasi pada dasarnya adalah alasan atau dorongan untuk bertindak.Maka motivasi hidup bisa diartikan alasan atau dorongan untuk hidup. Dari sini akan membawa kepada sebuah pertanyaan besar, mengapa kita hidup? Mengapa kita ada di dunia ini?Siapa saya?Banyak orang yang berusaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Namun mereka tidak akan menemukan jawabannya atau menemukan jawaban yang salah selama mereka mencari dari sumber yang salah.

Seharusnya, jika kita bertanya mengapa kita hidup, kita harus bertanya kepada Yang Menghidupkan kita. Tiada lain adalah Allah SWT. Dan, Allah SWT sudah menjawab pertanyaan kita ini dan dituliskan dalam kitab suci kita Al Qur’an.
Jadi ibadahlah yang menjadi motivasi hidup sejati kita. Hidup kita tiada lain hanya untuk beribadah kepada Allah. Segala gerak gerik kita, pemikiran kita, dan ucapan kita harus dalam rangka beribadah kepada Allah.
Tentu saja, pemahaman ibadah disini adalah ibadah secara integral.Bukan hanya ibadah ritual saja, tetapi ibadah secara kesuluruhan.Artinya semua aspek kehidupan yang kita jalani harus dalam rangka ibadah.
Jika ibadah sudah menjadi motivasi hidup kita, inilah yang perlu kita lakukan:
Pertama:Jadikan, semua yang kita lakukan saat ini menjadi bernilai ibadah. Tapi hati-hati, ada berbagai tindakan yang tidak bisa diubah menjadi ibadah yaitu tindakan yang nyata-nyata perbuatan maksiat.Untuk tindakan maksiat, harus dihentikan dan diganti dengan ibadah. Untuk mengganti tindakan “biasa” menjadi tindakan ibadah ialah dengan dua cara:
  1. Niatkan sebagai ibadah
  2. Lakukan dengan cara yang sesuai syariat
Kedua: Ketahui apa saja ibadah yang harus kita lakukan dan lakukanlah sebisa mungkin. Ketahuilah apa yang dilarang dan jangan lakukan.

97.MOTIVASI SISWA
Motivasi berasal dari kata motif, di artikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.Jadi motivasi dapat di artikan
sebagai daya yang telah menjadi aktif.motif menjadi aktif pada saat tertentu,
terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau
mendesak.
Istilah motif (motive) dan motivasi pada mulanya menjadi topik dalam
psikologi yang kemudian meluas ke bidang-bidang lain seperti dalam bidang
pendidikan dan manajemen.
Motif (motive) berasal dari akar kata bahasa latin “ movere “, yang
kemudian menjadi “motion“, yang artinya gerak atau dorongan untuk
bergerak. Jadi motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif atau hal menjadi motif.Tegasnya, motivasi adalah motif atau hal yang sudah menjadi
aktif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan
terasa sangat mendesak.
Kata “motif”, di artikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang
untuk melakukan sesuatu.Motif dapat di katakan sebagai daya penggerak dari
dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi
mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat di artikan suatu kondisi intern
(kesiapsiagaan). Berawal dari kata “motif” itu, maka motivasi dapat di artikan
sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif.Motif menjadi aktif pada
saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat di
rasakan/mendesak.
James O. Whittaker memberikan pengertian secara umum mengenai
penggunaan istilah “motivation” di bidang psikologi.Ia mengatakan bahwa
motivasi adalah kondisi-kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau
memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan
yang di timbulkan oleh motivasi tersebut.
Thorndike yang terkenai dengan pandangannya tentang belajar sebagai
proses “trial and error” itu dimulai dengan adanya beberapa motif yang
mendorong keaktifan. Dengan demikian, untuk mengaktifkan anak dalam belajar di perlukan motivasi.Ia menekankan pentingnya motivasi di dalam
belajar.
Sama halnya dengan Thorndike, menurut Ghuthrie motivasi hanyalah
menimbulkan variasi respons pada individu, dan bila di hubungkan dengan
hasil belajar, motivasi tersebut bukan instrumental dalam belajar.
Morgan menjelaskan istilah motivasi dalam hubungannya dengan
psikologi pada umumnya. Menurut Morgan, motivasi bertalian dengan 3 hal
yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut
ialah : keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah
laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan tujuan
dari tingakah laku tersebut (goals or ends of such behavior). Motivasi terjadi
dengan siklus antara motif, tingkah laku instrumental dan tujuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar